The Art of Being Her

 


The Art of Being Her adalah kisah tentang keberanian untuk bangkit di tengah ragu, bertahan di tengah lelah, dan tetap bersinar meski dunia tak selalu berpihak. 

Setiap perempuan memiliki ceritanya sendiri, dan The Art of Being Her adalah ruang untuk merayakan setiap proses itu. Ini bukan tentang siapa yang paling sempurna, melainkan siapa yang paling berani mengenal dirinya, menerima kekurangan, dan terus belajar. Through this writing, I want to share about the journey of finding the meaning of life, building self-confidence, and rearranging dreams that have been delayed.

Hi, kenalin aku Hikmah. Here, i want to tell the story of my life a few years ago, about my journey before i really learned to be an adult. Sebelum ini, aku telah membagikan beberapa kisah hidupku di blog ini tentang bagaimana aku menemukan orang-orang yang begitu suportif, tentang perjuanganku menggapai mimpi, serta berbagai proses yang membentuk diriku hari ini. Kali ini, aku ingin membahas sesuatu yang baru saja kulewati dalam beberapa waktu terakhir, sebuah fase yang mengajarkanku banyak hal tentang hidup, perasaan, dan kedewasaan.

— Mungkin banyak orang di luar sana yang memiliki kisah serupa denganku yang harus melewati begitu banyak rintangan dalam hidup, yang rasanya tidak mudah untuk dilalui. Saat berbagai masalah datang tanpa dukungan dari orang-orang sekitar, semuanya terasa jauh lebih berat. Di titik itu, kita sangat membutuhkan sesuatu yang mampu menguatkan, membangkitkan, dan mengingatkan bahwa kita masih layak untuk berjuang.

Aku pernah berada di fase harus memilih antara dua hal di waktu yang bersamaan. Hal A maupun Hal B, keduanya adalah mimpiku. Bukankah itu terasa begitu berat? Saat orang-orang bertanya mana yang harus kupilih, aku justru terdiam, karena aku tidak ingin melepaskan salah satunya dan jujur di fase itu sulit menentukan yang mana.

Tak sedikit yang meragukanku. Ada yang terang-terangan tidak percaya, ada pula yang menyampaikannya secara halus. Mereka menganggap aku tak akan mampu mewujudkan keduanya. Namun di dalam hatiku, aku memilih untuk tetap percaya. Aku percaya bahwa ketika seseorang benar-benar berusaha, dan jika memang itu adalah hadiah dari Tuhan, maka ia tak akan pergi ke mana-mana. Pasti selalu ada jalan yang dibukakan, sering kali dengan cara yang tak pernah kita duga.

Aku meyakini, saat itu aku harus berusaha untuk menggapai keduanya dan membuktikan kepada orang-orang yang meragukanku bahwa aku bisa. Ini bukan tentang egois, melainkan tentang memperjuangkan mimpi. Aku hanya ingin memberi kesempatan pada diriku sendiri untuk mencoba hal-hal baru

Memang tidak semua orang bisa memahami pilihanku. Ada yang ragu, ada yang tidak percaya. Tapi aku selalu belajar bahwa hidup bukan tentang menyenangkan semua orang, melainkan tentang bertanggung jawab atas pilihan yang kita ambil.

“A woman becomes an art when she dares to grow, recover, and create beauty from within herself.”

Aku sering mendengar banyak orang bercerita tentang hidup mereka, dan dari sana aku belajar begitu banyak hal setiap harinya. Aku melihat bahwa banyak dari mereka sebenarnya hanya membutuhkan arah dan tujuan agar tetap bisa berusaha melakukan hal-hal positif dalam hidupnya. Mereka tidak kekurangan kemampuan, mereka hanya butuh semangat, dukungan, dan keyakinan untuk kembali berjuang.

Namun, terkadang ada orang yang salah memahami hal tersebut. Entah bagaimana cara berpikir mereka, tidak semua orang mampu melihat niat baik di balik sebuah usaha. Ada kalanya kita bertemu dengan orang-orang yang bersikap toxic, yang merasa iri terhadap keberhasilan orang lain.

Aku paham bahwa berjuang sendirian itu tidaklah mudah. Tapi sering kali, usaha itu diremehkan oleh orang lain, tanpa tahu seberapa besar pengorbanan yang telah dilakukan. 

Mereka tidak tahu berapa banyak malam yang dihabiskan dengan tangisan, seberapa besar tenaga dan keringat yang dikeluarkan, serta betapa panjang proses yang harus dijalani. Semua itu sering kali tidak terlihat, tapi bukan berarti tidak ada.

“We are surrounded by an abundance of love, often more than we realize.”

— Terkadang, begitu banyak cinta yang diberikan orang lain kepada kita tanpa kita sadari. Masih banyak orang di luar sana yang bisa menjadi pendukung dan penguat dalam hidup kita. Karena itu, yang perlu kita lakukan adalah tetap percaya pada kemampuan diri sendiri, menjaga ambisi tetap hidup, dan terus melangkah meski perlahan.

Sebab pada akhirnya, selama kita mau berusaha dan tidak menyerah, selalu ada harapan yang bisa kita genggam.

I always understand people's concerns about many things. However, have we ever thought that the journey and struggle that we go through is not only about ourselves? There are so many people out there who are still in the process, even some have not started at all because they are afraid to step up and explore.

Pernahkah kita sadar bahwa, tanpa kita sadari, kita sudah melangkah satu langkah lebih dulu? Kita sudah memulai, sudah mencoba, dan itu berarti kita telah mencuri start lebih awal dibandingkan mereka yang masih ragu. Dan bukankah itu sesuatu yang patut disyukuri? ini bukan tentang kegagalan lagi, akan tetapi berani melangkah untuk menghindari kegagalan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

When I Found Myself Between Paragraphs

Moments Behind the Conservation Team

Seni Menjadi Perempuan