When I Found Myself Between Paragraphs

 


— Awalnya, aku mengira blog ini hanyalah pelarian kecil di sela-sela waktu luang. Tempat di mana aku bisa menuliskan apa pun yang terlintas di pikiran tanpa adanya aturan, serta beban. Tidak pernah terlintas bahwa ia akan tumbuh, perlahan tapi pasti, menjadi bagian dari perjalananku itu sendiri.

"Behind the hustle and bustle of exhausting days, word by word comes to infiltrate. Finding a loophole to tell a story. At first doubt, then miss. Sentences that used to be simple began to be modified, there were emotions that sneaked, there were messages that secretly touched. I am no longer just writing to fill time, but to fill myself."

Setiap paragraf yang telah dituangkan menjadi semacam ruang refleksi, entah dari sebuah proses mengenal, memahami, dan merayakan diriku yang terus bertumbuh;
 One year has passed. I looked back, reread my writings, and realized... I had come a long way. Not perfect, but real. And now I'm here, celebrating a year of journey that I never thought would go this far. A small, but meaningful celebration for me, by me, and about me.

I initially thought if someone would read the story I made? What is the response from people? Is it ugly? Is it good? However, I had the wrong perspective on that. I think so much about negative things that I forget to make myself happy. This is my life, and I should have made that decision, the response from others about the back. I thought, after making the decision to make this blogger, I endlessly poured out my story and the stories of my beautiful friends.


— Menjadi Hikmah, Menjadi Diriku
"Berjalan, Berproses, dan Menemukan Diriku Kembali" itulah diriku sekarang

; Ada kalanya aku duduk diam dan bertanya dalam hati, “sudah sejauh apa aku melangkah?”
Pertanyaan itu kerap hadir tiba-tiba, di antara jeda sunyi dan keramaian yang memudar.

“Sudah sejauh apa dunia di sekitarku membentukku?”
Sudah seberapa besar pengaruh orang-orang dan lingkungan yang pernah singgah dan menetap dalam hidupku?
Proses demi proses kutapaki dengan peluh dan harap. Ada perjuangan yang tak terlihat, ada air mata yang diam-diam jatuh tanpa suara. Ada hari-hari ketika aku merasa lelah, bahkan nyaris menyerah, saat dunia terasa jahat dan terlalu sunyi untuk dimengerti.

Namun di tengah itu semua, aku berdiri.
Ternyata hal-hal kecil akan selalu jadi hal indah dan aku bisa untuk itu; Ternyata aku sanggup melewatinya.
Tak ada perayaan besar, hanya satu bisikan dalam hati, “Terima kasih sudah bertahan.” Dan itu cukup.

Bukan tentang sampai di titik ini,
Melainkan tentang langkah-langkah selanjutnya yang masih harus dijelajahi, yang masih harus dieksplorasi dan yang masih 
banyak keindahan yang layak untuk diperjuangkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Moments Behind the Conservation Team

Seni Menjadi Perempuan